Kejadian unik ini dialami oleh seorang calhaj asal Somalia. Diberitakan bahwa dirinya kehilangan kemampuan bicara dan mendengar sejak 20 tahun lalu, akibat dari dentuman bom yang ia dengar dalam radius dekat. Peristiwa itu terjadi ketika perang sipil melanda negerinya, Somalia, sekitar awal dekade 90-an. Ajaibnya, ketika melaksanakan haji tahun ini, usai melakukan tawaf dan meminum air zamzam, cacat yang ia derita bertahun-tahun itu tiba-tiba pulih seketika.
Diceritakan lebih lanjut dalam koran harian "Al Wathon" terbitan Saudi Arabia, mengisahkan seorang calon jamaah haji yang pada 20 tahun lalu berprofesi sebagai karyawan di salah satu instansi keuangan. Ia menjadi korban dari perang saudara yang terjadi di negeri kelahirannya, Somalia. Ketika perang berlangsung, ia mendengar ledakan yang ditembakkan dari senjata basoka dalam jarak yang dekat, sejak saat itu tiba-tiba ia menjadi tuli dan bisu.
Perang berkepanjangan di negerinya membuat ia dan keluarga mengambil inisiatif untuk pindah ke luar negeri. Ia pun memilih Inggris sebagai negeri perantauannya. Setelah hidup nyaman di sana, ia terus berupaya untuk mendapatkan kesembuhan dari cacat yang ia derita. Beberapa dokter spesialis ia datangi, namun hasilnya nihil, ia masih tetap dengan kondisi cacatnya.
Hidup tentram di negeri keduanya, Inggris, ia dan istri dikaruniai 4 orang anak. Mereka sekeluarga dapat beradaptasi dan berinteraksi dengan baik di negeri Ratu Elisabet itu, hingga ia mendapatkan KTP yang tertera di atasnya keterangan sebagai penderita tunarungu dan tunawicara.
Tahun 2010 ini ia ditakdirkan bisa menunaikan ibadah haji. Dan ia pun menemukan sebuah keajaiban, dirinya mampu berbicara lagi dan pendengarannya kembali normal. Semua itu terjadi di Masjidil Haram, selepas ia melaksanakan tawaf.
Keajaiban ini berawal ketika ia usai menyempurnakan tawaf menjelang shubuh, kemudian sa'i dan meminum air zamzam. Ia kemudian melepas kain ihramnya dan menuju kamar mandi yang berada di areal Selatan Masjid. Setelah keluar dari kamar mandi itu, tiba-tiba dirinya mendengar kumandang suara azan dari Masjdil Haram. Segera ia memberitakan hal ini kepada petugas Misi Haji, bahwa ia dapat kembali mendengar dan bicara. Ia sangat terkejut dengan hal ajaib yang menimpa dirinya.
Abdu Shomid, direktur Misi Haji mengatakan, bahwa dirinya terkejut dengan kedatangan calhaj bernama Sharif, yang mengatakan bahwa sebelumnya ia kehilangan kemampuan bicara dan mendengar, ia juga menceritakan bahwa di dalam perjalanan pesawat dari Inggris menuju Jeddah, apabila ia meminta sesuatu kepada pramugari, ia menuliskannya di atas secarik kertas.
Mereka yang berada di kantor Misi Haji tidak langsung percaya, untuk memastikannya ia diminta untuk bicara lebih banyak lagi. Sharif kemudian dibawa ke rumah sakit Ajad, Mekkah. Ia kemudian diperiksa lebih lanjut oleh seorang dokter spesialis. Tak lama kemudian dokter tersebut menyatakan bahwa dirinya telah sembuh total.
Dr Muhammad Ghozali, penasehat penyakit THT dari RS. Raja Faishol di kota Mekkah mengatakan, penderita tuna rungu dan wicara memungkinkan untuk pulih setelah 6 bulan, lebih dari itu tipis kemungkinan untuk sembuh, kalau pun ada itu sangat langka terjadi, kecuali dengan izin Allah.
Dokter ini kemudian juga bercerita tentang salah satu pasiennya, yang tak dapat melihat kecuali dengan alat bantu kacamata, namun setelah ia usai melaksanakan haji dan meminum air zamzam, penglihatannya pulih kembali dan hingga kini ia tak memerlukan bantuan kacamata lagi. (al mokhtashar)
RSS Feed
Twitter


3 komentar:
subhanallooooh
la haula wala quwwata illa billah
mudah2an kalau kita ada umur untuk hajian,,,,dan minum air zam-zam....shalat kita diterima, hajinya mabrur, dan sakunya mablull...amiiiiiiiin
Ini sumber beritanya dari mana? apa tulisan reportase alam islami sendiri? mohon jangan sungkan mencantumkan sumber berita. karena itu bagian dari profesionalisme dalam jurnalistik. Terima kasih
Terimakasih atas masukannya mas Anonim...sudah kami edit dan sertakan sumbernya...
Posting Komentar